Dahsyatkan Dirimu dengan Menulis

30 Maret 2009

Menulis Kreatif Sebagai Keterampilan Komunikasi

Filed under: Spirit Writing — Joni Lis Efendi @ 04:22

Oleh: Joni L. Efendi

Semua orang bisa menjadi penulis selagi dia mampu mengenali huruf-huruf, tanda baca, dan tahu bagaimana menuliskannya. Kini menulis kreatif sudah menjadi gaya hidup kalangan profesional. Sebelumnya, mari kita lihat lebih jauh siapa yang bernama “menulis kreatif” itu.

Menulis kreatif tidak dapat disamakan dengan isian lembar jawaban ujian akhir sekolah, lembaran kosong yang harus diisi waktu psikotes, daftar belanjaan, atau laporan akuntan tentang neraka keuangan suatu instansi. Menulis seperti ini sebenarnya hanya memindahkan apa yang ada pada teks kertas lain ke lembaran kertas kosong yang harus diisi. Seorang pelajar sebenarnya beradu daya ingat untuk menghafal buku-buku teks pelajarannya untuk dapat menulis lembar jawaban soal, yang sudah ada kunci jawabannya. Begitu juga dengan psikotes dan laporan akuntan, yang hanya menyalin ke kertas lain apa yang sudah ada.

Ini bukan menciptakan sesuatu yang baru, ini bukanlah ranah menulis kreatif yang dimaksud. Lalu apakah menulis kreatif itu? Mari kita bertandang ke rumah yang bernama menulis kreatif itu. Di sana, Anda akan menemukan sesuatu yang lain; baru, segar, nikmat dan dapat Anda rasai kehadirannya. Dengan artian yang sederhana, menulis kreatif adalah menulis sesuatu yang baru, menghadirkan tulisan yang sebelumnya belum ada. Dan tentunya banyak hal baru yang dapat dihadirkan dalam bentuk tulisan. Jenis tulisan kreatif itu sendiri sangat beragam, seperti puisi, novel, cerpen, drama, skenario, buku, karya tulis ilmiah dan sejenisnya. Siapa penulis kreatif itu?

Tentu dapat kita sandingkan maknanya dengan menulis kreatif. Penulis adalah mereka yang menulis, dan bentuknya bisa apa saja. Penulis kreatif berarti mereka yang menulis sesuatu yang baru, yang memiliki makna bagi pembacanya. Menulis yang meniru-niru tulisan orang lain (epigon, pengekor), bukanlah penulis yang kreatif yang sesungguhnya. Karena dia tidak membuat sesuatu yang baru, hanya meniru. Apalagi yang “membajak” (plagiat), yaitu menyalin dengan persisnya karya penulis lain, ini bukanlah penulis kreatif dalam kadar sekecil apapun, tapi penjahat (kata kasar yang paling tepat untuk siplagiator).

Dalam perundang-undangan resmi negara ini, membajak karya orang lain (termasuk plagiat) dapat dimejahijaukan dan merupakan tindakan “kriminal intelektual”. Banyak sudah kita baca karya hebat dari penulis, yang dapat kita golongan sebagai penulis yang kreatif, dalam berbagai bidang. Di antaranya, Pramoedia Ananta Toer, Habiburrahman El Shirazy, Andrea Hirata, Es Ito, Remy Silado, Gus Tf Sakai, Seno Gumira Ajidarma, Budi Dharma, Putu Wijaya, WS Rendra, Hamka, Muchtar Lubis, Hasan Junus, Rida K Liamsi, Marhalim Zaini, Taufik Ikram Jamil, Fachrunnas MA Jabbar, Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, Herman Kartajaya, Taufik Pasiek, Ari Ginanjar Agustin, Andri Wongso, Isjoni, dan ratusan bahkan ribuan penulis kreatif lainnya.

Semua penulis kreatif ini mereka yang tunak di bidangnya masing-masing. Mereka sudah masuk lingkaran orang-orang sukses. Ini merupakan sebuah gambaran ideal bagaimana membuka kesuksesan hidup dengan kunci yang bermerek “menulis kreatif”. Pada tulisan kali ini, saya akan menguraikannya. Menulis kreatif merupakan satu dari empat kemampuan komunikasi yang penting untuk dikuasai setiap orang. Adapun kemampaun berkomunikasi yang lainnya adalah mendengar (listening), berbicara (speaking), dan membaca (reading). Menulis dimasukan sebagai keterampilan komunikasi karena hampir sama muatannya dengan komunikasi lisan. Dimana dalam berkomunikasi dalam artian harfiahnya, bertukar informasi yang berkaitan dengan apa saja yang kita pikirkan, ide-ide baru atau pengalaman hidup. Menulis juga demikian. Penulis dapat menjalin komunikasi dengan pembacanya dari lontaran ide-ide, pemikiran, dan pengalaman hidupnya dalam halam-halaman tulisannya.

Pembaca dapat mengetahuinya dengan membacanya sehingga terjalinlah komunikasi. Dan semua tulisan yang baik, selalu menyisahkan kesan mendalam bagi pembacanya, yang membuatnya merenungi tulisan yang baru dibacanya itu lalu mendapatkan sesuatu yang bermanfaat bagi mereka, atau paling tidak dia dapat informasi baru. Komunikasi merupakan jembatan informasi. Ide-ide dapat juga digolongan dengan informasi, bahkan bisa lebih luas dari itu. Terkadang ide-ide bernas sangat bermanfaat ketimbang informasi misalnya peluang bisnis. Karena ide itu adalah tanggapan yang memberikan solusi dari informasi tersebut sebagai tindakan nyata untuk meraih keuntungan. Kemampuan seseorang untuk dapat mengkomunikasikan ide-idenya kepada orang lain dengan cara yang efektif, tepat sasaran dan bisa memberikan sumbangan yang besar merupakan karakter dasar yang melekat pada orang-orang sukses. Penulis yang kreatif sangat menghargai akan hal tersebut. Sehingga dia mampu menulis sesuatu yang benar-benar mampu memberikan sumbangan gagasan yang bermanfaat bagi pembacanya.

Untuk dapat menghasilkan tulisan yang enak dibaca, mengena di hati pembaca, dan dapat memberikan pencerahan butuh proses pembelajaran yang berkelanjutan dari sipenulis yang bersangkutan. Khasnya kemampuan komunikasi lainnya, seperti seorang bayi yang menirukan kata-kata orang di sekitarnya sampai dia mengucapkan kata-katanya sendiri. Banyak orang yang ingin menguasai bahasa asing mengambil kursus beberapa bulan sebelum dia mampu berkomunikasi dengan bahasa asing yang dipelajarinya itu. Tidak semua orang mampu berbicara di depan umum, tapi setelah dia belajar untuk sekian waktu akhirnya dia mampu tampil di depan banyak orang tanpa grogi apalagi sampai kehilangan kata-kata. Kemampuan, sebagaimana makna katanya, adalah sesuatu yang dapat dipelajari dan dikembangkan.

Begitu juga dengan menulis kreatif, juga dapat dipelajari. Anda yang berkeinginan untuk menjadi penulis hebat jangan berkecil hati. Selagi Anda pantang menyerah untuk terus belajar menulis, dan lebih baik mengambil pembimbing atau mentor dari penulis yang sudah mahir. Pembimbing ini dapat mempercepat penguasaan Anda teknik menulis kreatif. Sama seperti orang yang belajar bahasa asing, dia membutuhkan andanya tutor yang membimbingnya sampai mahir berbahasa asing. Kalau Anda belajar otodidak juga bisa tapi butuh waktu yang agak lama dan juga kesabaran dengan kadar lebih. Menulis kreatif dalam banyak bidang sangat membantu seseorang untuk dapat meraih posisi puncak. Anda bisa menyebutkan tokoh-tokoh publik seperti pengamat politik, ahli hukum, akademisi, praktisi bisnis, motivator bahkan artis yang menonjol dibandingkan dengan yang lainnya yang seprofesi dengan mereka lantaran mereka menulis. Begitu banyak pegai di Telkom, tapi kenapa Andrea Hirata begitu menghebohkan karena dia pegawai Telkom yang menulis novel Laskar Pelangi. Apapun profesi Anda, ketika Anda menulis lalu mempublikasikannya, maka Anda akan lebih dikenal banyak orang.***

Joni Lis Efendi yang bernama pena Nurrahman Effendi telah menulis 10 buku dan 5 novel, serta puluhan tulisan lepasnya di sejumlah media massa cetak seperti Republika, Riau Pos, Riau Mandiri, Riau Tribune, Sabili, Ummi, Majalah Budaya Sagang, dan surat kabar kampus. Penulis juga kerap memenangkan lomba penulisan baik tingkat Riau maupun nasional. Sekarang penulis tengah mengembangkan Fun Writing Club yang memberikan pendampingkan berupa privat menulis keratif bagi mereka yang berkeingingan untuk mengembangkan kemampuan menulisnya. Penulis dapat dihubungi melalui email: bang_pendi@yahoo.co.id atau HP 0812 7585 3550pelatihan-al-kautsar

2 Komentar »

  1. salam ziarah tuan rumah🙂 wah, hebatnya artikel di atas tu. senang2 nanti, sudi2kanlah dtg ke blog saya pula di http://azmahnordin.blogspot.com k

    Komentar oleh azmahnordin — 20 Juli 2009 @ 11:58 | Balas

    • Oke tunggu aja kedatanganku…

      Komentar oleh Joni Lis Efendi — 21 Juli 2009 @ 08:39 | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: