Dahsyatkan Dirimu dengan Menulis

4 September 2009

LOMBA KARYA TULIS KETENAGALISTRIKAN

Filed under: Lomba Penulisan — Joni Lis Efendi @ 07:34

Tema: Subsidi Listrik untuk Memberdayakan Ekonomi Masyarakat

Dasar Pemikiran:

Subsidi listrik saat ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan di dalam menjaga keberlangsungan pasokan tenaga listrik yang diamanatkan kepada PT. PLN berdasarkan UU No 15/1985 sebagai pemegang kuasa usaha ketenagalistrikan (PKUK). Nilai subsidi listrik yang harus disediakan oleh pemerintah sangatlah besar, yang tentu saja membebani anggaran belanja negara. Hal ini terjadi akibat tidak seimbangnya antara harga pokok produksi dengan harga jual yang tercakup pada tarif dasar listrik tahun 2004 yang belum mengalami perubahan dalam lima tahun terakhir ini. Usaha pengurangan biaya produksi untuk mengurangi beban subsidi listrik telah dilaksanakan secara sistemik dan berkesinambunagn melalui penghematan biaya Bahan bakar minyak dan efiseiensi lainnya. Namun hal tersebut masih belum cukup. Diperlukan terobosan, inisiatif, dan kegiatan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan sektor tenaga listrik termasuk pelanggan listrik. Penurunan subsidi listrik melalui penghematan disisi pengguna akhir harus terus dieksplorasi. Selain itu mekanisme penyaluran yang tepat sasaran serta membawa signal positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesadaran akan penghematan layak terus dikembangkan dan diformulasikan dengan seksama sehingga memberikan manfaat yang sebesar besarnya pada pembanguan dan masayarakat Indonesia.

Dengan dilandasi pemikiran tersebut, lomba karya ilmiah dengan tema ’Subsidi Listrik untuk Memberdayakan Ekonomi Masyarakat’ diselenggarakan. Melalui lomba karya tulis ini diharapkan masyarakat sebagai pengguna listrik dapat menyadari besarnya beban pemerintah untuk menanggung subsidi yang notabene diberikan tidak hanya kepada rakyat pra-sejahtera tetapi juga untuk kalangan mampu (kaya) , business dan industry.

Disamping itu, melalui karya tulis ini, masyarakat dapat disadarkan akan besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk membangkitkan, dan mendistribusikan energi listrik sehingga diharapkan masyarakat dapat memberikan masukan kepada PLN dan Pemerintah untuk menurunkan biaya subsidi listrik seperti misalnya dengan membuat penetapan struktur pentarifan yang lebih tepat, penyesuaian tarif pada kelompok pelanggan tertentu, memanfaatkan energi terbarukan, melakukan penghematan penggunaan listrik dan lain lain, dengan demikian subsidi listrik lebih tepat sasaran yakni kepada masyarakat kurang mampu. Pada akhirnya dapat memberdayakan ekonomi masyarakat.

Tujuan:

1. Menyamakan persepsi tentang tingginya biaya membangkitkan, mentransmisikan dan mendistribusikan energi listrik serta membangun kesadaran masyarakat (Public awarness campaign) tentang tingginya biaya penyediaan tenaga listrik.

2. Mencari masukan yang seluas luasnya dari masyarakat tentang alternative solusi penurunan subsidi listrik dan kaitannya dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

3. Mencari alternatif mekanisme penyaluran subsidi listrik yang tepat sasaran dan tepat guna yang membawa rasa keadilan dan membawa menfaat yang sebesar besarnya kepada bangsa Indonesia.

4. Memberikan masukan kepada pengambil kebijakan di sektor tenaga listrik dalam pengelolaan dan pemanfaatan subsidi listrik

5. Mengangkat citra PLN dimata masyarakat.

Ketentuan dan persyaratan lomba adalah sebagai berikut :

1. Peserta lomba terdiri dari masyarakat umum (tidak termasuk karyawan PLN).

2. Lomba dapat diikuti oleh perseorangan atau tim. Apabila tulisan dibuat oleh tim, hadiah akan diberikan melalui perangkum tulisan atau penulis yang pertama-tama disebut dalam by line.

3. Karya Tulis dikirim dalam format PDF, disertai identitas pribadi (termasuk nomor telepon yang mudah dihubungi) melalui email ke alamat :

lombakaryatulis64@pln.co.id

cc. ke

karyatulis.hln@gmail.com

subject : Lomba Karya Tulis Ketenagalistrikan HLN ke-64/2009

4. Panitia tidak melayani surat-menyurat.

5. Karya tulis dikirimkan kepada Panitia selambat-lambatnya tanggal 1 Oktober 2009 (tanggal kirim email).

6. Bentuk tulisan bebas, dalam bahasa Indonesia, panjang 4 – 10 halaman, spasi 1,5 pada ukuran kertas A4.

7. Karya Tulis merupakan karya orisinal (bukan terjemahan, jiplakan dan saduran).

8. Penilaian karya tulis meliputi: Orisinalitas ide, pemahaman terhadap tema dan topik permasalahan, kekayaan informasi yang terkandung dalam karya tulis, ketepatan menganalisis atau menafsirkan permasalahan, kekuatan data, fakta, dan argumentasi; karya tulis tersebut membawa kemajuan pemikiran, bermanfaat bagi pembaca, serta bahasa yg digunakan mudah dimengerti/komunikatif.

9. copy right naskah karya tulis yang masuk menjadi milik PLN.

Dewan Juri terdiri dari pakar/ praktisi kelistrikan, pakar/ praktisi komunikasi, dan pakar/ praktisi jurnalistik dari PT PLN (Persero) Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan.

Total hadiah Rp 60 juta (termasuk PPH) dengan rincian: Hadiah pertama Rp 25.000.000,- Kedua Rp 15.000.000,- Ketiga Rp 10.000.000,- , Peserta Favorit Rp 5.000.000,- Peserta Pilihan Rp 5.000.000,-

Hasil penilaian Dewan Juri akan dipublikasikan melalui media masa dan website PLN (www.pln.co.id) pada tanggal 21 Oktober 2009. Seluruh Pemenang Utama dan Pemenang Hiburan akan diundang hadir untuk menerima penghargaan pada peringatan Hari Listrik Nasional ke 64 di PT PLN (Persero) Kantor Pusat, Jalan Trunojoyo Blok MI/135, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12160, pada tanggal 27 Oktober 2009.

Panitia Penyelenggara

Peringatan Hari Listrik Nasional ke-64/2009

PT PLN (Persero)

19 Agustus 2009

Syukurilah Lautan Nikmat Allah

Filed under: Buku — Joni Lis Efendi @ 08:20

Cover Chocolate of Happiness

“Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menghitungnya.”
(QS. Ibrahim: 34)

Berbahagilah atas segala nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada kita. Semua yang ada pada diri kita, sungguh tak akan sanggup kita menyebutkan satu per satu apalagi mengukur kadar kegunaannya untuk mendukung kehidupan kita.

Berapa volume oksigen per menit yang masuk ke dalam paru-paru kita, yang kemudian diangkut darah ke seluruh tubuh yang digunakan untuk pembakaran energi sehingga mampu menupang aktivitas metabolisme tubuh dan gerak anggota badan. Duhai sekiranya jantung Anda berhenti berdetak tiga detik saja, orang-orang akan datang mengkafani, menshalatkan dan mengantarkan jenazah Anda ke pemakaman. Betapa tak sanggup kita mengukur sampai batas mana nikmat mata, yang menjadi jendela terindah antara kita dengan dunia sekitar. Dengan mata, kita mampu menikmati aneka warna bunga, hijau rerumputan, taburan kerlip bintang-bintang di langit malam tanpa awan, menyaksikan rupa lengkung pelangi yang menjadi perisai tujuh warna yang aduhai dan indahnya bulu-bulu burung dan binatang peliharaan.

Sekiranya Allah menarik nikmat penciuman hidung, tentu kita tidak akan mampu mendeteksi harumnya melati, lembutnya wangi parfum, nikmatnya aroma makanan. Selera kita akan hambar, sensitifitas kita pada ruangan yang berpengharum lavender tak terasa dan yang kita rasakan hanya kedataran. Begitu juga indra peraba, halus kasarnya permukaan bumi Allah dan benda-benda yang kita punyai. Alangkah tak beruntungnya kita ketika tak mampu merasakan lembutnya belaian kasih orang-orang tercinta lantaran indra peraba kita lagi bermasalah.
Lalu, nikmat Allah yang mana lagi yang sanggup kita dustakan?
Ketika pikiran dan akal kita tak lagi bekerja normal, alamat kesia-siaan hidup akan mendera kita saban hari. Kerja tubuh tak stabil dan seimbang, menyebabkan kegoncangan emosi dan jiwa. Berapa banyak orang-orang yang mendekam di ruangan pengap berjeruji ketika Allah menarik nikmat waras pada akal pikirannya. Derajat manusianya, orang-orang tak menganggapnya penting karena hampir tak mampu melakukan komunikasi verbal yang layak. Kadang-kadang dia menangis tersedu-sedu, dalam detik yang lain terbahak sejadi-jadinya lalu mengoceh tak tentu ujung pangkal. Bayangkanlah, seperti apa diri kita ketika nikmat waras itu dicabut dan kita menjadi salah satu penghuni kamar berjeruji rumah sakit jiwa.

Biliunan sel syaraf otak kita, bekerja miliaran kali lebih canggih dan cepat daripada komputer sesuper hebat apapun, yang mengatur segala fungsi kerja organ tubuh. Otak kita mampu mengatur tempo dan keseimbangan anggota tubuh, mengendalikan kerja emosi, seni, intelegensi, dan kecapakan sosial, serta mampu menyadari dan mengidentifikasi personalitas kita ketika melakukan hubungan dengan dunia luar, dan dalam tahap-tahap tertentu mampu menangkah esensi ketuhanan yang absurd. Lalu, bagaimana bisa kita menganggap semua yang ada pada diri kita tidak ada gunanya sama sekali atau itu bukanlah nikmat yang besar.
“Pada dirimu sendiri, apakah kamu tidak memperhatikan?”
(QS. Adz-Dzariyat: 21)

Dalam diri kita, Allah menanamkan kesanggupan dan kesigapan untuk dapat mempertahankan diri kita dalam kehidupan dunia ini. Diri kita sebenarnya telah memiliki mentalitas, motivasi dan kehausan untuk dapat berprestasi, menjadi lebih hebat dan pemimpin. Karena untuk itu, Allah telah menyiapan seperangkap alat kerja biologis yang super canggih. Tidakkah kita mengamati dalam-dalam bagaimana kerja tangan, kaki, mulut, pikiran, akal dan hati kita, yang semua itu adalah modal personal kita untuk meraih kesuksesan dan kebahagian hidup. Namun tak jarang kita mengabaikannya. Dan, menganggap bahwa modal itu harus berupa modal yang besar, kepercayaan orang lain atau sogokan semangat dari orang-orang yang kita anggap sangat berhasil di bidangnya. Lalu, kita benar-benar jadi frustasi dab stres lantaran tidak memenuhi kriteria sukses seperti figur yang kita idolakan itu.

Betapa naifnya cara pandang yang sempit seperti itu. Padahal Allah telah memberikan kapasitas dan kapabilitas yang setara antara setiap manusia. Hanya saja, bagi mereka yang tak mengenalnya yang kemudian tidak memanfaatkannya secara optimal, tentu mereka akan masuk ke dalam kelompok orang-orang kalah, yang selalu menyalahan nasib dan ketidakadilan Tuhan. Betapa piciknya pikiran yang demikian.
“Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan di bumi, dan Dia menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin.”
(QS. Lukman: 20)

Maka, dengan cara seperti apa kita masih tetap mempertanyakan ketidakadilan Allah dan manafikan semua nikmatnya yang ada pada diri kita. Hanya orang-orang yang mampu mensyukuri nikmat Allah pada dirinya dan memanfaatkan segala potensi yang dimilikinya, yang akan mendapat keberhasilan dan keuntungan yang besar.

Bab I dari Buku Chocolate of Happiness karya Joni L. Efendi Terbitan Diva Press, Agustus 2009

30 Juli 2009

Lomba penulisan pertanian 2009

Filed under: Lomba Penulisan — Joni Lis Efendi @ 04:31

sawah

LATAR BELAKANG
ANTARA tahun 2005-2009 pembangunan pertanian dilaksanakan melalui 3 (tiga) program, yakni ;
Peningkatan Ketahanan Pangan;
Pengembangan Agribisnis, dan;
Peningkatan Kesejahteraan Petani.

Program Peningkatan Ketahanan Pangan dijabarkan melalui;

1. Peningkatan produksi pangan dengan cara menjaga ketersediaan pangan yang cukup, aman dan halal di setiap daerah setiap saat, dan antisipasi agar tidak terjadi kerawanan pangan.

2. Program Pengembangan Agribisnis dilakukan melalui pengembangan kawasan sentra agribisnis komoditas unggulan.

3. Program peningkatan kesejahteraan petani digulirkan melalui; pemberdayaan penyuluhan, penjaminan usaha, perlindungan harga gabah, kebijakan proteksi dan promosi lainnya.

Dari 3 (tiga( program tersebut bersadar evaluasi yang telah dilakukan diketahui bahwa beberapa daerah di Indonesia, Program Ketahanan Pangan menempati posisi teratas dalam hal tingkat pengenalannya (awareness) atau pengetahuan (knowledge), baru disusul kemudian program peningkatan kesejahteraan petani dan program pengembangan agribisnis.

Pemasyarakatan Pembangunan Pertanian melalui Apresiasi Program Pembangunan Pertanian kalangan wartawan dan pelajar dipandang perlu karena merupakan bentuk dan desiminasi informasi serta gagasan yang efektif di kalangan pelajar, mahasis dan pers.
Anugrah Jurnalistik dan Penulis Muda Pertanian 2009 merupakan sebuah ajang penghargaan bagi karya-karya jurnalis, pelajar dan mahasiswa Indonesia yang memiliki perhatian secara khusus terhadap Program Pembangunan Pertanian, baik dalam bentuk artikel (tulisan yang memuat opini dan/atau analisis), peliputan dan jurnalistik foto yang muncul di media cetak, media elektronik maupun media maya. Penghargaan ini menjadi salah satu upaya dalam mendukung citra Departemen Pertanian demi masa depan bangsa dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Kegiatan ini sekaligus merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada petani sebagai pelaku pembangunan pertanian dengan mengangkat hasil kinerja petani di lapangan ke dalam satu karya baik tulisan, liputan maupun foto.

TEMA LOMBA :

1. SWASEMBADA BERAS BERKELANJUTAN MENUJU LUMBUNG PANGAN DUNIA
2. SWASEMBADA JAGUNG
3. SWASEMBADA GULA KONSUMSI
4. KINERJA EKSPOR DAN PDB PERTANIAN
5. PENGEMBANGAN AGRIBISNIS

PERSYARATAN LOMBA (KATEGORI PELAJAR & MAHASISWA):

Masih tercatat sebagai pelajar dan atau mahasiswa dibuktikan dengan kartu pelajar/mahasiswa yang masih berlaku.

Setiap peserta wajib membuat artikel tentang pertanian sesuai tema, di tulis di atas kertas A4. Panjang artikel antara 3000 s/d 6000 kata dengan jarak tulisan 1,5 spasi.

Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu karya artikel. Karya merupakan karya perorangan (bukan kelompok), belum pernah dipublikasikan dan merupakan karya asli yang dibuktikan dengan surat pernyataan tentang orisinalitas karya.

Seluruh hasil Karya lomba mutlak menjadi milik Biro Hukum dan Humas, Setjen Departemen Pertanian, tanpa menghilangkan Hak Cipta.

Karya penulisan/artikel dikirimkan ke sekretariat panitia, ke :
JL. WIJAYA VII/I KEB. BARU, JAKARTA 12160 Telp. (021) 71035574 atau melalui email : adukreasi09@deptan.go.id paling lambat tanggal 31 Agustus 2009 stempel/cap pos dengan melampirkan foto copy Pelajar/Mahasiswa.

• Seluruh berkas diterima Panitia paling lambat tanggal 31 Agustus 2009 stempel/cap pos dengan melampirkan foto copy Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa.

HADIAH

PELAJAR HADIAH MAHASISWA HADIAH
PEMENANG I Rp 7.500.000.- PEMENANG I Rp 10.000.000.-
PEMENANG II Rp 6.000.000.- PEMENANG II Rp 8.000.000.-
PEMENANG II Rp 5.000.000.- PEMENANG II Rp 6.000.000.-

Panitia juga akan memberikan hadiah bagi pemenang harapan pada setiap kategori lomba.

PERSYARATAN & HADIAH LOMBA PENULIS, PERS/WARTAWAN

PENULISAN ARTIKEL PERTANIAN
Peserta adalah individu atau maksimal 2 orang penulis
Telah dimuat di media cetak atau media maya Pemuatan antara bulan Juni s/d 31 Agustus 2009
Karya Tulisan Berupa Artikel analisis/Opini/Literatur

HADIAH PENULISAN ARTIKEL PERTANIAN
PEMENANG I Rp 12.500.000.-
PEMENANG II Rp 10.000.000.-
PEMENANG III Rp 8.000.000.-

LIPUTAN PERTANIAN
Peserta adalah individu atau kelompok/tim
Karya yang disertakan dalam lomba pernah dimuat, ditayangkan & di publish pada media sesuai jenisnya antara Juni 2009-31 Agustus 2009

N0 JENIS MEDIA MATERI LIPUTAN
1 MEDIA CETAK Soft News/Feauture/Reportase
2 MEDIA ON LINE News/Feauture/Reportase
3 MEDIA TV News Documentary/Reportase
4 MEDIA RADIO Soft News/Feauture/Reportase

HADIAH LIPUTAN JURNALISTIK MEDIA CETAK
PEMENANG I Rp 15.000.000.-
PEMENANG II Rp 10.000.000.-
PEMENANG III Rp 8.000.000.-

HADIAH LIPUTAN JURNALISTIK MEDIA MAYA/MEDIA ON LINE
PEMENANG I Rp 15.000.000.-
PEMENANG II Rp 10.000.000.-
PEMENANG III Rp 8.000.000.-

HADIAH LIPUTAN JURNALISTIK MEDIA TELEVISI
PEMENANG I Rp 20.000.000.-
PEMENANG II Rp 15.000.000.-
PEMENANG III Rp 10.000.000.-

HADIAH LIPUTAN JURNALISTIK MEDIA RADIO
PEMENANG I Rp 10.000.000.-
PEMENANG II Rp 8.000.000.-
PEMENANG III Rp 6.000.000.-

FOTO PERTANIAN
Peserta adalah individu /personal
Karya yang disertakan dalam lomba adalah berupa foto yang memiliki kedekatan dengan tema, pernah dimuat, ditayangkan & di publish pada media sesuai jenisnya antara Juni 2009-31 Agustus 2009
HADIAH LOMBA FOTO PERTANIAN
PEMENANG I Rp 12.500.000.-
PEMENANG II Rp 10.000.000.-
PEMENANG III Rp 8.000.000.-

PERSYARATAN PESERTA
Peserta adalah Warga Negara Indonesia yang berprofesi sebagai
wartawam, penulis, fotografer baik di media cetak, media TV,
Radio dan media maya (cyber media) dibuktikan dengan kartu pers.

PERSYARATAN KARYA
Peserta boleh mengirim lebih dari 1 (satu) karya sesuai tema
Khusus karya jurnalistik kategori Radio & Televisi durasi liputan
minimal 7 (tujuh) menit

Karya Jurnalistik yang telah diterbitkan di media cetak atau media
maya (news), dilengkapi bukti/kliping karya beserta soft copy karya
Membuat surat pernyataan tidak berkeberatan bahwa sesuai
peraturan Program Penghargaan ini, maka seluruh karya
pemenang akan menjadi milik Biro Hukum dan Humas, Setjen
Departemen Pertanian, tanpa menghilangkan Hak Cipta

Seluruh karya dikirim ke panitia;
JL. WIJAYA VII/I KEB. BARU, JAKARTA 12160
Telp (021) 71035574 atau
email : adukreasi09@deptan.go.id

KETERANGAN :
Selain hadiah untuk pemenang I, II & III panitia juga akan memberikan hadiah harapan untuk setiap kategori lomba.

Hanya pemenang utama pada setiap kategori yang akan diundang ke Jakarta untuk menerima hadiahnya.

Pemberian hadiah akan dilakukan dalam seremoni khusus pada program Variety Show Adu Kreasi 09 di 2 (dua) stasiun televisi swasta nasional di Jakarta sekitar bulan Oktober 2009.

29 Juli 2009

Lomba Esai Bagi Mahasiswa

Filed under: Lomba Penulisan — Joni Lis Efendi @ 05:17

Sakura

Tema: Jepang di Mata Orang Indonesia

The Japan Foundation, bekerjasama dengan KAPPIJA 21 (Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia-Jepang abad 21) Pengurus Daerah DKI Jakarta, mengundang anda dengan kriteria di bawah ini untuk mengikuti lomba esai tentang Jepang:

1. Warga negara Indonesia
2. Berusia di antara 18-23 tahun.

Kirimkan karya tulis anda yang berbentuk esai ke alamat di bawah ini:

The Japan Foundation, Jakarta
Gedung Summitmas I, Lt. 3
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 61-62
Jakarta 12190
u.p. Dipo Siahaan

Kami akan memilih 5 karya terbaik untuk mendapatkan hadiah sebagai berikut:
Juara 1: Rp 2 juta
Juara 2: Rp 1.5 juta
Juara 3: Rp 1 juta
2 Juara Harapan, masing-masing Rp 500.000

Karya tulis para pemenang ini juga akan dikumpulkan untuk diterbitkan dalam sebuah buku. Buku terbitan the Japan Foundation tersebut kemudian akan dibagikan ke berbagai Perpustakaan dan Taman Bacaan di seluruh Indonesia.

Karya tulis diterima paling lambat hari Senin, 5 Oktober 2009. Pengumuman pemenang akan diadakan pada:

Hari/Tanggal : Jumat, 6 November 2009
Tempat : Aula The Japan Foundation, Jakarta

Mohon agar memperhatikan persyaratan di bawah sebelum mengirimkan karya tulis anda:

1. Naskah harus orisinil, bukan saduran, terjemahan atau jiplakan
2. Belum pernah dilombakan atau dipublikasi
3. Ditulis dalam Bahasa Indonesia
4. Diketik dalam program MS Word for Windows, huruf Times New Roman 12pt, spasi ganda, kertas A4
5. Panjang tulisan tidak lebih dari 10 halaman
6. Naskah dikirim dalam bentuk hasil print-out dan soft copy yang disimpan dalam CD
7. Sertakan nama dan alamat lengkap, fotokopi kartu identitas, nomor telepon/fax dan ponsel pada lembaran kertas terpisah dari esai.
8. Naskah harus merupakan hasil karya individu, tidak boleh karya kolaborasi

Info lebih lanjut silahkan hubungi Dipo via email ke dipo@jpf.or.id; telpon (021) 520 1266, atau fax (021) 525 5159.

Lomba ini diselenggarakan bekerjasama dengan KAPPIJA 21 Pengda Jakarta.

7 Juli 2009

LOMBA MENGULAS KARYA SASTRA

Filed under: Lomba Penulisan — Joni Lis Efendi @ 04:03

buku sastra

LMKS 2009 PROGRAM REGULER

MOTO

Menyelami sastra, Memperluas cakrawala bahasa, Memperkokoh Budaya Bangsa.

PERSYARATAN PESERTA

1. Peserta adalah guru Bahasa dan Sastra Indonesia SMA/SMK/MA dibuktikan dengan Surat Keterangan dari Kepala Sekolah.
2. Belum pernah lolos dalam 25 besar LMKS sebelumnya.

PERSYARATAN TULISAN

1. Tulisan adalah karya asli dan belum pernah dipublikasikan di media manapun.
2. Bentuk ulasan dapat berupa esai dengan penyajian yang jelas, enak dibaca dan ditunjang kepustakaan yang memadai.
3. Panjang tulisan 5 – 20 halaman kuarto, 1,5 spasi (1500 – 6000 kata).
4. Tulisan merupakan ulasan terhadap salah satu buku sastra yang telah ditetapkan (lihat daftar).
5. Peserta diharuskan mengulas sebuah buku sastra secara utuh, bukan hanya satu puisi/cerpen. Membandingkan dengan karya lain diizinkan.
6. Peserta boleh mengirim lebih dari 1 (satu) naskah, dengan catatan hanya satu naskah terbaik yang akan dipertimbangkan menjadi pemenang.
7. Di halaman akhir tulisan (halaman terpisah), ditulis identitas dan alamat lengkap penulis serta no. telepon/HP yang dapat dihubungi.

PENGIRIM TULISAN

1. Tulisan sebanyak 3 rangkap dimasukan amplop, pada bagian luar ditulis “LMKS PROGRAM REGULER 2009” diantar langsung atau dikirim paling lambat tanggal 10 Agustus 2009 (stempel pos).
2. Tulisan dikirim ke alamat :

Departemen Pendidikan Nasional

Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kegiatan Pembinaan Pendidikan Estetika pada Subag RT. Bagian Umum

Setditjen Mandikdasmen, Gedung E Lantai 14,

Jl. Jend. Sudirman, Senayan, Jakarta 10270.

PENGUMUMAN PEMENANG

1. Panitia akan memilih 15 peserta terbaik untuk mengikuti seleksi final di Jakarta.
2. Selama mengikuti seleksi final di Jakarta, panitia menyediakan biaya transportasi dan akomodasi.
3. Pemenang LMKS 2009 akan diumumkan pada tanggal 19 Oktober 2009.

HADIAH

1. Panitia menyediakan hadiah berupa uang tunai sebagai berikut :

– Pemenang 1 RP. 6.500.000,-

– Pemenang 2 RP. 6.000.000,-

– Pemenang 3 RP. 5.500.000,-

– Pemenang 4 RP. 5.000.000,-

– Pemenang 5 RP. 4.500.000,-

– Pemenang 6 s.d. 10 RP. 4.000.000,-

– Pemenang 11 s.d. 15 RP. 3.500.000,-

2. Pajak hadiah sebesar 15% (PPH psl 21) ditanggung pemenang.
3. Kepada semua peserta akan diberikan piagam penghargaan.

KETENTUAN PANITIA

1. Depdiknas berhak menerbitkan dan menggandakan naskah yang terpilih.
2. Keputusan panitia bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

LAIN – LAIN

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi panitia penyelenggara :

Kegiatan Pembinaan Pendidikan Estetika Jakarta Subag RT, Bagian Umum Setditjen Mandikdasmen.

Telp. (021) 5725616, atau 5725061 (pesawat 6402)

Email : estetika.mandikdasm en@yahoo. co.id

Untuk mengetahui Daftar Pilihan Buku untuk diulas peserta, silakan kunjungi situs: http://www.mandikdasmen.depdiknas. go.id. Di situs tersebut juga ada informasi tentang Lomba Menulis Cerita Pendek bagi para guru.

Lomba Penulisan Pengembangan Perpustakaan

Filed under: Lomba Penulisan — Joni Lis Efendi @ 03:54

pustaka

Upaya menumbuhkembangkan minat baca masyarakat bisa ditingkatkan dengan memberikan fasilitas pelayanan perpustakaan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa perpustakaan.
Bangsa yang maju dapat diukur dari tingkat minat baca masyarakat serta seberapa aktif masyarakat membaca setiap hari. Perpustakaan sebagai penyedia layanan bacaan bagi masyarakat menjadi representasi utama untuk mengukur tingkat minat baca masyarakat, seberapa banyak perpustakaan yang tersedia di suatu negeri, bagaimana fasilitasnya, berapa rasio masyarakat yang menjadi anggota perpustakaan, serta berapa banyak rata-rata buku dipinjam setiap harinya.

Disamping menjadi representasi kemajuan suatu negeri, keberadaan perpustakaan juga diharapkan bisa menjadi agen utama dalam mendorong minat baca masyarakat serta menyediakan bacaan yang cukup dan berkualitas kepada masyarakat. Untuk itulah diperlukan berbagai upaya agar perpustakaan dapat meningkatkan fasilitas layanan serta melakukan berbagai agenda kegiatan untuk mendorong minat baca masyarakat.

Ada empat elemen penting yang menjadi obyek bidikan agenda besar peningkatan minat baca masyarakat, yaitu pemerintah, perpustakaan, pustakawan dan masyarakat. Pemerintah sebagai penentu kebijakan utama, perpustakaan sebagai fasilitasnya, pustakawan sebagai agen perubahan dan masyarakat sebagai obyeknya.

Sebagai apapun dan siapapun kita, mari semua kita berpartisipasi memajukan Indonesia dengan meningkatkan minat baca kita masing-masing dan minat baca masyarakat di sekitar kita. Mari kita ramaikan dan kita majukan perpustakaan perpustakaan di negeri tercinta Indonesia.

KEGIATAN

Dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Membaca Nasional, Teratama bersama beberapa lembaga dan tokoh perpustakaan menyelenggarakan “LOMBA TULIS ARTIKEL NASIONAL 2009” dengan tema pilihan:

* Model Perpustakaan Ideal 2010
* Profil Pustakawan Ideal 2010
* Masyarakat Perpustakaan Cerdas 2010
* Peran Pemerintah bagi Perpustakaan

WAKTU PELAKSANAAN

* Waktu pengumpulan naskah artikel: tanggal 1 Januari 2009 sampai dengan 31 Oktober 2009.
* Waktu pengumuman hasil lomba: tanggal 17 November 2009.
* Penyerahan hadiah: tanggal 27 November 2009.
* Publikasi Artikel terpilih: tanggal 17 November 2009 sampai waktu yang tidak terbatas.

PERSYARATAN PENULISAN

* Naskah ditulis menggunakan Bahasa Indonesia yang baku dengan tatabahasa dan ejaan yang disempurnakan.
* Naskah belum pernah diterbitkan/dipublikasikan sebelumnya.
* Mencantumkan tema pilihan & judul artikel.
* Naskah diketik komputer dengan font arial atau time news roman, spasi baris 1,5 pt., ukuran kertas kwarto atau A4, Jumlah halaman minimal 3 dan maksimal 10.
* Naskah dikirim disertai lampiran identitas yang meliputi: Nama, Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Alamat, Pekerjaan, Asal Instansi, No.KTP/SIM dan melampirkan fotokopi atau scan image identitas.
* Naskah dapat dikirim dalam format softfile maupun printout.
* Naskah dikirimkan melalui:Email: panitialomba@teratama.com
* Pos surat: Hotel Borobudur Jl. Magelang Km.6,3 Jombor Yogyakarta 55284
* Langsung ke sekretariat panitia: Hotel Borobudur Jl. Magelang Km.6,3 Jombor Yogyakarta 55284 ( Kantor Teratama ).
* Kiriman Naskah yang telah sampai kepada panitia akan segera di posting/diumumkan di Internet.
* Panitia tidak bertanggungjawab terhadap pengiriman naskah yang tidak sampai ke tangan panitia.
* Peserta yang telah mengirimkan naskah lebih dari 7 hari dan tidak menemukan nama dirinya di pengumuman peserta dapat konfirmasi ke panitia melalui email panitialomba@teratama.com atau melalui telephone 081227444464, 085868112700.

SYARAT PESERTA

* Masyarakat umum
* Pelajar dan mahasiswa
* Pustakawan

KRITERIA PENILAIAN

1. Kreativitas

* Permasalahan
* Gagasan
* Tujuan

2. Kegunaan (kontribusi bagi perkembangan perpustakaan).

3. Penulisan

* Alur pikir dan pengorganisasian gagasan
* Ketajaman analisis
* Penggunaan bahasa ilmiah

HADIAH LOMBA

Juara I mendapat uang sejumlah Rp. 3.000.000,- *)

Juara II mendapat uang sejumlah Rp. 2.000.000,- *)

Juara III mendapat uang sejumlah Rp. 1.000.000,- *)

50 Besar mendapat berbagai hadiah kenangan dari Teratama dan sponsor

*) Tambahan hadiah dari sponsor.

Lomba Kisah Inspirasi

Filed under: Lomba Penulisan — Joni Lis Efendi @ 03:36

silent

KISAH (Kontes Inspirasi dan Harapan) adalah lomba menulis tahunan yang
diselenggarakan oleh ESENSI, divisi penerbitan Erlangga Group. Lomba
Kisah 2009 ini mengangkat kisah sejati yang memberi inspirasi dan
harapan, dengan tema berikut.

“Cinta Melampaui Masa”

Melalui KISAH, Esensi ingin menggugah hati semua orang untuk berbagi
kisah yang memberi inspirasi dan semangat hidup pada pembacanya. Kisah nyata Cerita
Cinta terhadap pasangan .

Syarat dan Ketentuan:

01. Peserta adalah warga negara Indonesia laki-laki maupun perempuan berusia minimal 18 tahun.

02. Tulisan bisa berisi kisah hidup pribadi, keluarga, atau orang lain
berisi perjuangan hidup dan mendorong semangat sesama untuk meraih
hidup yang lebih baik.

03. Cerita ditulis dalam format narasi, baik dalam sudut pandang orang pertama (aku) atau orang ketiga.

04. Kisah yang diceritakan adalah kisah nyata, bukan rekaan, terjemahan, saduran, atau jiplakan.

05. Karya yang dikirimkan harus orisinal, belum pernah dipublikasikan,
baik di media elektronik maupun cetak, dan belum pernah diikutsertakan
dalam sayembara lain.

06. Naskah diketik dengan komputer sepanjang 10 – 30 halaman A4, jenis huruf Times New Roman 11, dan spasi 1,5.

07. Naskah dikirim dalam bentuk print out dan file (dalam CD). Sertakan
biodata singkat penulis dan narasumber (jika menceritakan tentang orang
lain), alamat lengkap, nomor telepon,dan foto kopi KTP. Tuliskan KISAH
di sebelah kiri atas amplop.

Kirimkan naskah ke:

Panitia KISAH

Divisi ESENSI, Penerbit Erlangga

Jl. Haji Baping Raya No. 100

Ciracas, Pasar Rebo,

Jakarta Timur, 13740
Telp. 021 – 8717006 ext. 229

Atau via e-mail ke:

• kisah@erlangga. net

• lomba_kisah@ yahoo.com

08. Peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 naskah.

09. Naskah yang masuk sepenuhnya menjadi milik panitia.

10. Naskah paling lambat diterima pada 31 Juli 2009.

11. Keputusan juri mengikat, tidak dapat diganggu gugat, dan tidak diadakan surat-menyurat

12. Untuk keterangan lebih lanjut klik http://www.erlangga .co.id

Hadiah:

1. Pemenang 1 memperoleh uang sebesar Rp. 5.000.000. dan hadiah sponsor.

2. Pemenang 2 memperoleh uang sebesar Rp. 3.000.000. dan hadiah sponsor.

3. Pemenang 3 memperoleh uang sebesar Rp. 2.000.000. dan hadiah sponsor.

4. Sepuluh karya terbaik akan diterbitkan dalam bentuk buku oleh Penerbit Erlangga sebanyak 10.000 eksemplar

Juri:

Zara Zettira Zr (Penulis Novel dan Skenario Sinetron)

Alvin Adam (Juri Tamu)

Official Media Partner:

– Radio U FM Jakarta
– Radio KISS FM Medan
– Radio MGT Bandung
– Radio Female Semarang
– Radio Rakosa Jogjakarta
– Radio Kosmonita Surabaya

25 Juni 2009

Lomba Karya Ilmiah Bank Indonesia 2009 Hadiah RP.100 Juta

Filed under: Lomba Penulisan — Joni Lis Efendi @ 03:55

Latar Belakang

Sistem keuangan memiliki peran yang sangat strategis dalam perekonomian, yakni melakukan fungsi intermediasi, transmisi kebijakan moneter, penyedia instrumen keuangan, pengelolaan aset (wealth management), sumber pembiayaan sektor riil, serta sistem pembayaran dan setelmen (Hadad, 2009). Sistem keuangan yang terdiri atas unsur-unsur pasar, instrumen, pelaku, peraturan dan regulasi, serta kontrol dan pengawasan dalam menjalankan fungsinya, memerlukan landasan hukum yang efektif, peraturan yang memadai, dan secara politis independen agar memiliki kredibilitas, reputasi dan dapat dipercaya (Arani,2009).

Terjadinya krisis keuangan di berbagai belahan dunia terutama sejak tahun 1990 menelan biaya yang sangat besar baik secara sosial maupun politik. Hal ini mengakibatkan muncul fungsi baru yang menjadi perhatian utama bank sentral mengenai pentingnya menjaga stabilitas sistem keuangan. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa stabilitas sistem keuangan dan perekonomian memiliki korelasi yang positif. Selain itu, dalam menghadapi krisis keuangan bank sentral memiliki peran strategis untuk memitigasi terjadinya instabilitas sistem keuangan. Melalui instrumen dan kebijakan yang dimiliki, bank sentral dapat segera mengurangi tekanan likuiditas sehingga mempercepat pemulihan kepercayaan masyarakat, dan menetapkan kebijakan yang tepat atas dasar hasil monitoring dan suveillance terhadap sistem keuangan. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, pada tahun 2003 Bank Indonesia menetapkan misi berupa “mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah melalui kestabilan moneter dan pengembangan stabilitas sistem keuangan untuk pembangunan nasional jangka panjang yang berkesinambungan”.

Pengalaman krisis membuktikan bahwa semakin kompleks dan terintegrasinya sistem keuangan mengandung konsekuensi semakin meningkatnya risiko di sistem keuangan yang bersifat sistemik. Kegagalan sistem keuangan pada gilirannya akan mempengaruhi pertumbuhan perekonomian. Dengan demikian, merupakan tantangan bagi Bank Indonesia dalam pencapaian misinya dimaksud. Sehubungan dengan hal itu, dengan tujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat khususnya akademisi dan masyarakat umum untuk berperan aktif dalam pengembangan stabilitas sistem keuangan, Bank Indonesia menyelenggarakan lomba karya ilmiah dengan tema “Stabilitas Sistem Keuangan dan Tantangan Peran Bank Indonesia ke Depan”. Adapun peserta dapat memilih sub tema yang terkait dengan :

1. Stabilitas Sistem Keuangan dan Struktur Sistem Keuangan

2. Stabilitas Sistem Keuangan dan Pengembangan Sistem Deteksi Dini

3. Stabilitas Sistem Keuangan dan Sistem Pengawasan

Ketentuan Lomba

1. Peserta terbuka untuk masyarakat umum, baik perorangan maupun kelompok. Perlombaan ini tertutup bagi karyawan Bank Indonesia dan pihak yang terafiliasi dengan Bank Indonesia.

2. Naskah asli, bukan saduran/terjemahan, dan merupakan hasil pemikiran penulis sendiri atau kelompok yang belum pernah dipublikasikan di media massa.

3. Judul bebas sepanjang mengacu pada tema.

4. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.

5. Tulisan paper harus mengikuti petunjuk penulisan yang disyaratkan panitia.

6. Peserta lomba diwajibkan mengisi formulir registrasi dan pernyataan keaslian karya ilmiah, sebagaimana terlampir.

7. Karya ilmiah harus disertai dengan biodata penulis, lengkap dengan alamat, telepon, rekening bank dan e-mail yang dapat dihubungi. Diharuskan untuk menulis biodata dalam bentuk CV (curriculum vitae) lengkap.

8. Karya ilmiah dikirimkan dalam bentuk softcopy (file pdf dan MS word) dan dalam bentuk hardcopy sebanyak 1 (satu) eksemplar, beserta CV, formulir registrasi dan pernyataan keaslian karya ilmiah (terlampir) dalam 1 amplop tertutup dan dipojok kiri atas ditulis Lomba Karya Ilmiah SSK 2009.

9. Tata cara penyampaian karya ilmiah tersebut di atas adalah sebagai berikut :

– Dalam bentuk softcopy (file pdf dan word) paling lambat 14 September 2009 dapat dikirimkan ke alamat email: dpnp.bssk@gmail.com.

– Dalam bentuk hardcopy melalui pos paling lambat tanggal 14 September 2009 (cap pos) atau di antar langsung paling lambat tanggal 14 September 2009 pukul 16.00, ke alamat :

Panitia Lomba Karya Ilmiah SSK 2009

BIRO STABILITAS SISTEM KEUANGAN

Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan, Bank Indonesia

Gedung A, Lt. 9, JI. M.H. Thamrin No.2

Jakarta Pusat, 10350

10. Beberapa hasil riset terkait topik Stabilitas Sistem Keuangan dapat dilihat di:

http://www.bi.go.id/web/id/Publikasi/Perbankan+Stabilitas+Keuangan

http://w4.stern.nyu.edu/news/news.cfm?doc_id=101000

http://www.cepr.org/pubs/new-dps/dplist.asp?dpno=6984.asp

11. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi lkissk09@bi.go.id

Petunjuk Penulisan

1. Tulisan adalah orisinil dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya baik pada publikasi internal maupun eksternal.

2. Tulisan dibatasi maksimum 25 halaman, spasi 1, font Times New Roman ukuran 12.

3. Persamaan matematis dan simbol harap ditulis dengan mempergunakan Microsoft Equation.

4. Setiap naskah harus disertai abstraksi, maksimal satu (1) halaman ukuran A4. Untuk naskah yang ditulis dalam bahasa Indonesia, abstraksi ditulis dalam Bahasa Inggris dan sebaliknya.

5. Naskah harus disertai dengan kata kunci (Keyword) dan dua digit nomor Klasifikasi Journal of Economic Literature (JEL). Klasifikasi JEL dapat dilihat pada : http://www.aeaweb.org/journal/jel_class_system.html

6. Penulisan paper mengikuti garis besar sistematika sebagai berikut:

I. Latar Belakang

II. Landasan Teori (Literature Review)

III. Metodologi dan Data

IV.Hasil Analisa

V. Kesimpulan dan Rekomendasi Kebijakan

Penambahan judul bab maupun sub bab atas sistematika tersebut di atas dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

I. Bab

I.1. Sub Bab

I.1.1. Sub Sub Bab

7. Rujukan dibuat dalam footnote (catatan kaki) dan bukan endnote.

Contoh:

…Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2004 diperkirakan sebesar 4,2-4,7 persen (Bank Indonesia, 2004).

…Dalam model ekonometrinya, Cox dan Japelli (1993, hal.201) menggunakan variabel boneka-laten yang hanya dapat terobservasi jika permintaan kredit konsumsi adalah positif dan rumah tangga tidak memiliki kendala kredit.

8. Sistem referensi dibuat mengikuti aturan berikut:

a. Publikasi buku: John E. Hanke dan Arthur G. Reitsch. 1940. Business Forecasting. New Jersey: Prentice Hall. hal. 330-332.

b. Artikel dalam jurnal: Duca, John V. dan Stuart S. Rosenthal. 1992. Borrowing Constraints, Household Debt, and Racial Discrimination in Loan Markets. Journal of Financial Intermediation, hal. 3, 77-103.

c. Artikel dalam buku yang diedit orang lain: Frankel, Jeffrey A. dan Rose, Andrew K. 1995. “Empirical Research on Nominal Exchange Rates”, dalam Gene Grossman dan Kenneth Rogoff, eds., Handbook of International Economics. Amsterdam: North-Holland, hal. 1689-1729.

d. Kertas kerja (working papers): Kremer, Michael dan Daniel Chen. 2000. Income Distribution Dynamics with Endogenous Fertility. National Bureau of Economic Research (Cambridge, MA) Working Paper No. 7530.

e. Mimeo dan karya tak dipublikasikan: Magri, S. 2002. Italian households’ debt: determinants of demand and supply. Mimeo. Rome: Bank of Italy.

f. Artikel dari situs WEB dan bentuk elektronik lainnya: Summers, Robert dan Alan W. Heston. 1997. Penn World Table, Version 5.6. http://pwt.econ.unpenn.edu/

g. Artikel di Koran, majalah, dan periodicals sejenis: Begley, Sharon. April 12, 1993. “Killed by Kindness.” Newsweek, hal. 50-56.

Penentuan Pemenang dan Penghargaan

1. Dewan Juri adalah wakil dari akademisi.

2. Kriteria penjurian antara lain kesesuaian riset yang dilakukan dengan topik yang dipilih, metodologi riset yang digunakan, sistematika penulisan, penguasaan masalah dan rekomendasi kebijakan.

3. Bank Indonesia akan mengundang maksimum 8 (delapan) finalis untuk melakukan presentasi kepada dewan juri.

4. Bank Indonesia akan menanggung biaya transportasi dan akomodasi di wilayah Indonesia bagi finalis yang terpilih (maksimal 2 orang peserta bagi peserta kelompok).

5. Keputusan akhir pemenang setelah finalis mempresentasikan karyanya.

6. Keputusan Dewan Juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

7. Pemenang akan diumumkan melalui website BI, dan pemenang juga akan dihubungi melalui e-mail, surat atau telepon.

8. Hak cipta karya ilmiah yang telah dikirimkan tetap menjadi hak cipta penulis, namun Bank Indonesia berhak menyimpan salinan karya ilmiah sebagai arsip.

9. Hak cipta karya ilmiah pemenang tetap menjadi hak cipta penulis, namun Bank Indonesia berhak mempublikasikannya.

Hadiah

Bank Indonesia menyediakan total hadiah senilai Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah)* bagi para penulis karya ilmiah terbaik berikut trofi dan sertifikat dengan rincian sebagai berikut :

– Pemenang I Rp. 40.000.000,-

– Pemenang II Rp. 25.000.000,-

– Pemenang III Rp. 15.000.000,-

– 2 ( dua) Pemenang Nominasi Utama @ Rp. 10.000.000,-
* Pajak Hadiah ditanggung pemenang

16 Juni 2009

Buang Rahim

Filed under: Cerpen — Joni Lis Efendi @ 07:13

hamil

Kamu tahu gak siapa aku? Entahlah, aku juga tidak tahu siapa diriku. Aku heran kenapa aku masih bisa berjalan di muka bumi yang penuh cinta ini, binatang saja seperti kucing, anjing, beruang bahkan singa sekalipun sayang pada anaknya, tapi kenapa aku tiada merasakan itu, ke manakah rasa cinta yang ada dalam hatiku. Ahhh…… cinta sepertinya tidak mau singgah kepadaku, tak ada kudapati rasa cinta di dalam ruang sempit itu.

Entahlah sepertinya cinta melarikan diri dariku, malah sekarang aku hanyut dalam kekosongan, cinta membenciku, menaruh dendam padaku, cinta tak dapat kuraih lagi, cinta telah melupakanku, memasukkanku ke ruang hampa tanpa cahaya, entahlah apakah aku membutuhkan cinta esok hari setelah beberapa lama cinta mengabaikanku.

Aku berselimutkan darah hingga ke pinggang. Pekikku tak tertahankan melihat bagian dalam tubuhku terburai hingga memutuskan tali ketakutan yang selama ini kusimpan. Kenapa aku tak merasakan kebahagiaan seperti ibu-ibu lain? Rasa kepedihan yang telah mereka lalui terhapus dengan wajah mungil yang sedang berselimut dalam selembar kain panjang di samping mereka. Kenapa aku tak merasakan itu, malah rasa benci bersemayam dalam hatiku? Aku benci dengan tagisan bayi, apalagi bayi yang tidak kuharapkan.

Aku masih merasakan perih dalam kelumpuhan, perih yang sangat mendalam. Aku masih terpikir apakah aku layak mendapatkan penderitaan ini. Pantaskah aku berkorban sebesar ini hanya demi seorang lelaki yang tak patut dikenang. Perih masih menusuk-nusuk perutku, dokter dan perawat berdatangan, mereka hanya sibuk memberiku obat namun tak menghentikan sakitku.

Aku ingin secepatnya keluar dari penderitaan ini. Berlari, belanja ke mall, ke salon, naik mobil, dan memanjakan tubuh dalam kelembutan spa. Bukannya takdir seperti ini, menjadi seseorang Ibu yang tak berarti. Ini semua gara-gara Toni lelaki sialan yang telah membawaku ke jurang kehancuran. Karena rayuannya aku terjerumus ke lembah nista, aku terusir dari keluarga yang selama ini memanjakanku, memberikan semua apa yang kumau. Namun kini aku berkubang dalam kemelaratan. Toni meninggalkanku setelah semuanya terjadi. Aku mengandung, namun Toni tidak mau bertanggung jawab.

“Maaf dinda, aku harus pergi, orang tuaku ingin aku melanjutkan kuliahku ke Jerman. Mungkin setelah itu kita akan bersama.”
“Tapi…Ton, kandunganku?”
“Ya, aku tahu. Tapi bagaimana lagi, bukannya aku tidak mau bertanggung jawab, aku hanya ingin berkonsentrasi dengan kuliahku. Tunggulah hanya beberapa tahun.”

“Aku tak mungkin menunggumu selama itu, bayi ini akan lahir secepatnya. Bagaimana aku menjelaskan hal ini kepada keluargaku?”
“Itu hanya soal waktu, lama kelamaan mereka juga akan mengerti.”
“Dasar kau, lelaki tak bertanggung jawab!”
“Eh….!! Aku bukan tidak bertanggung jawab. Aku sayang kamu dan juga anak kita. Tapi aku butuh waktu untuk menerima kenyataan ini.”
“Itu sama saja dengan kau lari dari tanggung jawab!”
“Sudahlah, jika kau mau menungguku, tunggulah. Namun, aku berharap jangan kau ganggu aku, aku ingin fokus pada pendidikanku. Aku harap jangan menghubungiku. Aku ingin hidup tenang.”

Kini aku harus menanggung nasib malang ini sendirian, Toni seenaknya di luar negeri sedang aku menjalani hidup penuh penderitaan. Jika mengingat Toni, kebencian semakin dalam tumbuh di hatiku, kebencian pada Toni dan juga anaknya. Aku tak mau menyayanginya, apalagi memberinya nama.

***

Sore ini aku akan mengantarkan bayiku ke panti asuhan, meninggalkannya di depan pintu, seperti yang sering kulihat di televisi. Hanya ini cara yang ampuh untuk melupakan Toni. Aku tidak akan merasakan sesal sedikitpun, sebab aku memang menginginkan bayi ini hilang dari kehidupanku.
Rencanaku berjalan dengan lancar, sore itu aku sudah berada di depan panti namun orang-orang masih ramai, aku menunggu hingga larut. Kutinggalkan bayiku dalam balutan kain panjang yang sudah seminggu tidak kucuci.

***

Sebulan sudah berlalu, entah kenapa ada rasa rindu yang mendalam terpendam dalam hatiku. Tiap malam, bayangan anakku selalu datang menghantuiku.

“Engkau bukan manusia wahai, Ibu! Sebaiknya kau buang saja rahimmu, biar tidak ada lagi bayi yang menderita seperti diriku ini.”

Suara itu terngiang-ngiang menghantui hari-hariku. Ada perasaan bersalah, kenapa aku sekejam itu kepada anakku. Kenapa aku tega, padahal dia tidak bersalah. Dia hanya korban dari buah cinta kami yang sesat. Mengapa aku berbuat seperti itu, bayi mungil yang tidak berdosa, bayi suciku.
Hari itu, aku tak tahu, dorongan apa yang telah mengantarkanku ke depan pintu panti. Aku memberanikan diri menemui kepala panti dan menanyakan kabar anakku. Namun, Ibu itu tidak bisa melacak keberadaan anak yang ditinggalkan tanpa mengetahui ciri-cirinya sedikit pun.

“Dia itu anakku, Bu! Tolonglah aku! Aku yang meninggalkannya sebulan yang lalu di depan panti ini….”

“Kami tidak percaya dengan apa yang kau katakan.”
“Benar Bu, akulah ibu bayi itu, aku ingin menyayanginya lagi.”
“Kami tidak bisa memberikan bayi sembarangan kepada orang yang mengaku sebagai Ibunya. Mana ada Ibu yang membuang anaknya di dunia ini, kecuali Ibu gila!”
“Benar, Bu, anak itu anakku!”

“Maaf ya, Bu, kami tidak bisa melayani ibu. Sebaiknya ibu pergi dari tempat ini. Sudah banyak ibu-ibu muda melakukan hal yang sama seperti yang ibu lakukan sekarang. Belakangan, kami sudah tahu kalau itu hanya sebagai alasan, karena kami tahu modus mereka, yaitu sindikat perdagangan anak!”.

“Aku tidak seperti itu, Bu….”
“Pergilah, sebelum kami panggil polisi!”
Aku tak tahu harus bagaimana menjelaskan hal ini kepada mereka, bahwa memang akulah Ibu yang telah tega membuang anak kandungnya sendiri. Tapi mereka tidak percaya….

***

Aku merasa cinta tak akan datang lagi padaku, walaupun aku ingin cinta itu bersemi di dalam hatiku. Cinta terlanjur membenciku. Membenciku untuk selamanya.

Mereka tertawa ke arahku. Aku tak tahu kenapa. Padahal perkataanku benar, bahwa akulah Ibu yang pernah membuang anaknya. Aku masih menunggu sampai ada orang yang percaya padaku, kalau aku ini pernah menjadi seorang Ibu. Namun mereka menjawab dengan lemparan batu ke arahku.
“Awas wanita gila!”

***

Cahaya Buah Hati

anggota Sekolah Menulis “Paragraf” dan FLP cabang Pekanbaru.

Cerpen ini pernah dimuat di Expresi Riau Pos, 10 Mei 2009

Cowok ”Aquarium”

Filed under: Cerpen — Joni Lis Efendi @ 07:04

cerpen-cowok-aquarium

Cerpen:  Sri Nurwidayati

RANI sudah dua bulan ini rajin banget pergi ke perpustakaan umum di kotaku. Sekitar jam delapan pagi, di hari minggu, pasti dia sudah bersiap sedia pergi ke sana. Aku sendiri tak tahu mengapa. Rani hanya bilang, dia sedang mengamati seseorang yang di sebutnya cowok “aquarium.” Awalnya sih Rani penasaran dengan bangunan gedung perpustakaan yang megah itu. Waktu itu aku juga diajak sama Rani untuk menghilangkan penasarannya. Tapi Rani jadi ketagihan. Aku sesekali juga mau datang. Tidak saban minggu kayak Rani. Aku lebih senang menyendiri di kamar untuk nyelesain cerpen atau artikel yang kadang kukirim ke sebuah media. Yah, meski belum tenar seantero nusantara tapi cerpenku kadang muncul di media lokal di kotaku. Honornya cukuplah untuk menambah koleksi bukuku.

Hingga kemudian mulailah ia bercerita setiap pulang dari perpustakaan tentang seorang cowok yang dilihatnya di sebuah ruangan yang berbentuk mirip aquarium, karena dinding-dindingnya terbuat dari kaca berbentuk lingkaran.
“Fat, aku tadi tanpa sengaja ngeliatin cowok yang cool banget deh…”, cerita Rani pada suatu siang menjelang sore, tanpa mempedulikanku yang masih belum bangun dari tidur siangku, kecapekan habis menyetrika.

“Apa, Ran? Es cool?” tanyaku sambil membuka mataku.
“Aduh, Fat…Fat. Makanya, bangun dong! Aku mau cerita nih”, katanya sambil menarik tanganku untuk duduk.
“Ada apa sih, Ran?”
“Fat, tadi aku ngelihat cowok yang, aduh…cool banget di perpustakaan.”
“Cool….cool gimana sih?”
“Gini, Fat. Mata dan wajahnya itu lho teduh banget. Belum pernah aku ketemu cowok yang seperti itu.”
“Teduh gimana sih, Ran. Kayak pohon beringin saja, bikin teduh?!”
“Yah, pokoknya kalau kamu bertemu mata sama dia, pasti nggak ku-ku deh… Dia sih sebenarnya nggak cakep-cakep amat, tapi kayaknya pesonanya bisa membuat hati cewek-cewek membeku deh…”
“Ah, kamu Ran. Sok puitis banget. Kayak sudah kenal aja. Memangnya gimana kamu ketemu cowok itu?”
“Aku sih belum bertemu langsung dengannya. Cowok itu duduk di aquarium perpustakaan. Aku yang duduk menghadap aquarium tanpa sengaja melihat dia. Eh, dianya juga pas ngelihat aku. Tapi cuma sebentar, dia langsung menundukkan wajahnya lagi baca buku.”

Aku masih terdiam menatap Rani yang bercerita dengan penuh semangat.
“Tapi tak lama datang dua cewek, terus deh mereka ngobrol. Kayaknya lagi diskusi. Yah, aku sih masih curi-curi pandang sama dia. Engggg…tapi sebentar…..”, kata Rani sambil memegangi perutnya dan berlari keluar kamar.
Aku sih masih bisa dihitung datang ke perpustakaan itu. Aku kadang sibuk dengan tugas kuliah atau kadang ada acara di organisasi kepenulisan yang kuikuti sejak dua tahun lalu.
“Tapi, Fat, aku bertekad suatu hari nanti aku harus berkenalan dengannya”, suara Rani yang tiba-tiba sudah ada di depan pintu kamar.

“Tapi udahlah ceritanya ya, aku capek, mau istirahat sebentar,” kata Rani sambil berbaring di kasurnya. Dipasangnya headphone ipod-nya, dan tertidur pulas. Kebiasaan Rani yang sering kuprotes, tidur sambil dengerin ipod. Rani cuma menjawab, ”Habis tak bisa tidur, Fat, kalau tak dengerin lagu. Tapi sekalian minta tolong deh matikan ipodku kalau aku ketiduran ya..”
Aku hanya bisa nyengir kuda mendengar jawabannya.
Kutengok jam weker di atas meja belajarku. Jam 3 sore. Sambil menunggu azan Ashar, kuhidupkan komputerku. Ada dua buah puisi yang siap kukirim ke redaksi salah satu koran di kotaku. Minggu kemarin cerpenku juga dimuat di sana. Komputerku ini kubeli juga karena aku juara 2 lomba menulis cerpen tingkat propinsi di kotaku, yang diadakan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan setahun yang lalu. Lama-lama asyik juga menulis, bisa menghasilkan uang.

***
Tiga bulan berlalu Rani masih menjalankan aktivitas mingguannya, yaitu mengunjungi perpustakaan. Ceritanya masih sama tentang cowok itu dan Rani belum juga bisa berkenalan dengannya. Rani…Rani…, semoga engkau jatuh cinta sama buku-buku yang ada di perpustakaan itu, bukan pada cowok yang ada di “aquarium” itu.

***
Namun sudah hampir dua minggu ini Rani tak pernah pergi lagi ke perpustakaan. Ketika kutanyakan sebabnya, Rani menjawab, “Males, Fat, cowok itu sudah hampir sebulan nih tak ada lagi di “aquarium” itu.”
“Habisnya kamu niatnya ke perpustakaan cuma mau melototin cowok itu, jadinya cowok itu merasa risih dan males juga ke perpustakaan. Atau malah ganti tempat, nggak di “aquarium” itu lagi.”
“Eh, siapa bilang cuma melototin cowok itu. Aku pinjem buku juga kok di sana. Tapi boleh kan sambil menyelam minum air gitu…”
“Ya udah, paling-paling kembung perutnya karena kebanyakan minum,” jawabku nggak nyambung.
“Terus gimana, Fat, padahal aku sudah merasa berdesir hatiku sebelum sampai di “aquarium” tempat cowok itu. Kasih ide deh, Fat…”
“Kamu tuh Ran, belum kenal aja sudah jatuh cinta. Tapi begini saja, kamu kelilingi aja perpustakaan itu dari lantai dasar sampai lantai paling atas, siapa tahu ketemu.”
“Ide yang cukup gila, bisa besarlah betisku yang udah nggak ramping ni, Fat!”
“Ya, gimana lagi. Atau untuk mengisi hari minggumu biar lebih bermanfaat, ikut privat menulis saja di organisasiku. Nanti aku bilangin sama yang biasa ngisi privat. Cowok lho, Ran…ganteng lagi.”
”Tapi berapa biayanya? mahal nggak, Fat? Siapa tahu sambil menyelam minum air juga.. hi…hi…hi… ”
“Kamu ini niatnya! Nanti kembung lho!”
“Iya deh, Fat, bercanda. Aku mau kok jadi penulis kayak kamu. Cuma rasanya aku nggak berbakat.”
“Alah, tenang, nggak perlu bakat kok. Yang penting minatnya. Masalah biaya nanti kalau cerpen kamu sudah dimuat di media, barulah dibayar.”
“Wah, sama aja ngutang, Fat. Tapi kalau nggak dimuat-muat berarti nggak bayar dong?”..
“Eit, tunggu dulu…Pak Guru privatnya garansi sampai bisa dimuat kok…”
“Ok deh kalau gitu, aku mau. Pesenin ya, Fat, kalau aku mau privat nulis.”
“Ok, besok aku ada pertemuan. Nanti kutanyakan bagaimana, di mana dan kapannya. Tunggu aja besok.”

***

Akhirnya privat menulis itu sepakat pertemuannya dilaksanakan di perpustakaan kota setiap hari minggu. Di “aquarium” di lantai satu jam setengah sembilan pagi. Ketika kusampaikan hal itu pada Rani, Rani terkejut.
“Kok di “aquarium” perpustakaan?”.
“Memangnya kenapa, Ran? ‘Kan enak di ruang diskusi tak mengganggu orang lain.”
“Enggak apa-apa sih, cuma di “aquarium” lantai satu itu mengingatkanku pada cowok cool itu. Di sanalah dia sering berdiskusi”.

“Alah, Ran, kamu selalu teringat sama cowok “aquarium” itu. Memangnya yang pakai “aquarium” hanya cowok itu apa? Lagian Bang Dani yang nanti ngajar privat kamu bilang kalau nanti ruang diskusi lantai satu terisi, ya pindah ke tempat lain, begitu pesannya.”
“Ya, udah deh…Tapi jadi ngingetin aku sama cowok itu, Fat…”
“Udahlah, Ran, nanti untuk pertemuan pertamanya aku temenin deh…”

***
Akhirnya waktu yang telah disepakati tiba. Aku dan Rani berangkat lebih awal agar tidak terlambat. Kami sudah duduk manis menunggu di “aquarium” sambil membaca koran yang bisa dipinjam gratis di sana. Tak lama Bang Dani pun datang. Aku berbisik pada Rani yang sedang asyik membaca sambil menunjuk seseorang yang berjalan menuju “aquarium” ini. Segera Rani menoleh menuju orang yang kusebut. Namun sesaat Rani bengong dan wajahnya merah padam bak kepiting rebus. Segera dia memalingkan wajahnya kepadaku sambil berkata, ”Fat, itu cowok cool yang sering kuceritakan itu…”

“Jadi cowok itu Bang Dani, Ran…?”
Rani hanya menganggukkan kepalanya sambil ditelungkupkan wajahnya ke meja. Sesaat aku pun hanya bisa terdiam tak tahu harus berbuat apa, hingga salam Bang Dani menyapa kami. ***

Sri Nurwidayati,
Jalan Jati Gg Jati 2 No 10, Pekanbaru

Cerpen ini pernah dimuat di Expresi Riau Pos, 14 Juni 2009

Laman Berikutnya »

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.